Pemeriksaan Histopatologi Kulit

Pemeriksaan Histopatologi merupakan pemeriksaan penunjang yang tidak kalah penting dengan pemeriksaan penunjang lain. Bahkan ada beberapa penyakit yang GoldStandarnya harus menggunakan pemeriksaan ini.

CARA PENGAMBILAN BAHAN DAN PEWARNAAN DALAM PX

  • untuk pemeriksaan ini dibutuhkan potongan jaringan yang didapat dengan cara biopsi dengan pisau atau plong/punch
  • Penyertaan kulit normal pada tumor kulit, penyakit infeksi, kulit normal tidak perlu diikutsertakan
  • Sedapat-dapatnya diusahakan agar lesi yang akan dibiopsi adalah lesi primer yang belum mengalami garukan atau infeksi sekunder
  • bila ada infeksi sekunder, sebaiknya diobati lebih dahulu
  • Pada penyakit yang mempunyai lesi yg beraneka macam/ banyak, lebih baik biopsi lebih dari satu
  • potongan jaringan sebisanya berbentuk elips + diikutsertakan jaringan subkutis
  • Jaringan yang telah dipotong dimasukan ke dalam larutan fiksasi, misanya formalin 10% atau formalin buffer, supaya menjadi keras dan sel-selnya mati
  • Lalu dikirm ke laboratorium
  • pewarnaan rutin yang biasa digunakan dalah Hematoksilin-Eosin(HE). Ada pula yang menggunakanperwarnaan oersein dan Giemsa.
  • Volume cairan fiksasi sebaiknya tidak kurang dari 20 X volume jaringan
  • Agar cairan fiksasi dapat dnegan abik masuk ke ajringan hendaknya tebal jaringan kira-kira 1/2 cm, kalau terlalu tebal dibelah dahulu sebelum dimasukkan ke dalam cairan fiksasi

Berikut Perubahan Histopatologi Yang Mungkin Muncul

Sumber: Ilmu Penyakti Kulit dan Kelamin, Edisi Ke 5, FKUI, 2007

   
Hiperkeratosis Penebalan stratum korneumKalau inti masih terlihat pada penebalan stratu korneum tsb disebut para-keratosis, bila tidak telrihat disebut orto-keratosis
Hiperplasia Epidermis yang menjadi lebih tebal, penambahan  jumlah  sel
Hipoplasia Epidermis yang menipis, jumlah sel berkurang
Hipertrofi Epidermis yang menebal, selnya bertambah besar
Atrofi Penipisan epidermis, selnya mengecil dan berkurang
Spongiosis Penimbunan cairan di antara sel-sel epidermis sehingga celah diantara sel meregang
Akantolisis Hilangnya daya kohesi antar sel-sel epidermis sehingga menyebabkan terbentuknya celah, cesikel, atau bula di epidermis
Sel diskeratotik Sel epidermis yang mengalami keratinisasi lebih awal
Nekrosis Kematian sel atau jaringan setempat
Fibrosis Jumlah kolagen bertambah

About shamdiyah

Just an ordinary girl... Hehehe... lagi sibuk bawa Sobotta kemana-mana (cuma dibawa tapi...) Eh, gak lupa bawa robin kumar, dan kawan sebangsanya deh.. Pengin bisa membahagiakan ortu yg udah sangat luar biasa amazing-nya buat ku... Gak lupa buat adekku tersayang bangga... hehehe... Orang introvet... Ceh! Yang maleeeeessss banget! Paling benci ama : Menunggu!!! Grrrr! Juga sama istilah "berenang terus tapi gak pernah sampai ke tepian" Please, deh! Finally, saat ini aku pengin banget bisa lulus dan jadi dokter yang solehah dan membantu banyak orang! Amin!

Posted on Juli 8, 2012, in Daftar Istilah, Imun dan Kulit and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: